I don't know what I have to do tonight. There are so many work I have to do, but I lost my mind. My world was broke in the same time. I was text him and it's not as my expectation.
God, am I wrong? Or, am I so stupid? Is that a mistake? I just wanna have a good relationship as a friend with him. I don't wanna be a stranger.
No, I don't love him anymore. I just... I just... I don't know. I'm broke enough tonight. Okay, that's fair for me.
Marish-Gold
Hi, There!
Hi, it's been along time since I've post some article. Actually, these aren't articles, but it's kinda story about my life. While I think about, I always thinking that why I have to writing all of this? Who cares?
And then, I know that this blog might be "the eye of my life". It could be the history about my journey.
Everything that I see. Everything that I heard. Everything that I touch. Everything that I feel. Everything...
Well, I just have a great experience in life. I was a crew of a big event in my college. This is 'bout fashion. Yep, it's UIN Fashion Fair 2012. In UFF, I got so many new friends. I got many sisters! They're like my family. I love when we meet. I love when we discuss. I love when we afraid. I love when we laugh. I love when we cry. We always do it together, cause we are sisters!
Seven months are a tired journey. We need extra-hard work! I remember while Thata gave us some target. It's like a dog which always running behind us and be ready to catch us. But when the target was successfully handled, it's like when we swim in a super-big-pool!
Now, it's over. I feel so empty. There's no laugh with Uci and Nanda. I really love them when they were joking. I feel so bored. There's no text-target-from-Thata every mid night.
I try to focus on my skripsi. I don't know how to write skripsi in English hahaha. I tried to find some title of skripsi. I don't know why, but I'm so worried about.
Bismillah, I always pray and always believing in Allah's way. He know which one for me. And also I'll always trying and keep trying to make my parents proud of me. One day, Insha Allah.
*with my pleasure, please correct me if there's some mistake that I did
xoxo, Marisha :)
And then, I know that this blog might be "the eye of my life". It could be the history about my journey.
Everything that I see. Everything that I heard. Everything that I touch. Everything that I feel. Everything...
Well, I just have a great experience in life. I was a crew of a big event in my college. This is 'bout fashion. Yep, it's UIN Fashion Fair 2012. In UFF, I got so many new friends. I got many sisters! They're like my family. I love when we meet. I love when we discuss. I love when we afraid. I love when we laugh. I love when we cry. We always do it together, cause we are sisters!
Seven months are a tired journey. We need extra-hard work! I remember while Thata gave us some target. It's like a dog which always running behind us and be ready to catch us. But when the target was successfully handled, it's like when we swim in a super-big-pool!
Now, it's over. I feel so empty. There's no laugh with Uci and Nanda. I really love them when they were joking. I feel so bored. There's no text-target-from-Thata every mid night.
I try to focus on my skripsi. I don't know how to write skripsi in English hahaha. I tried to find some title of skripsi. I don't know why, but I'm so worried about.
Bismillah, I always pray and always believing in Allah's way. He know which one for me. And also I'll always trying and keep trying to make my parents proud of me. One day, Insha Allah.
*with my pleasure, please correct me if there's some mistake that I did
xoxo, Marisha :)
Pahit
Pahit adalah ketika kita harus merelakan seseorang untuk
pergi.
Pahit adalah ketika kita menerima kenyataan bahwa orang yang
kita harapkan ternyata adalah orang yang harus kita lupakan.
Pahit adalah ketika kita melihat harapan yang awalnya kecil,
berubah menjadi besar, dan lama-lama hilang ditelan waktu.
Pahit adalah ketika kita berdoa setiap hari untuk orang yang
kita kasihi, namun orang itu tiada pernah mendengarnya.
Pahit adalah ketika kita harus menelan butir-butir
kekecewaan terhadap angan yang terlalu berlebih.
Pahit adalah ketika kita terpuruk seorang diri dan sulit
melupakan masa lalu.
Pahit adalah ketika kita menatap masa depan dengan hati yang
terluka.
Pahit adalah ketika kita minum puyer bintang tujuh ketika
sakit gigi.
*sekian*
Surat untuk Jodohku Nanti..
Untuk kamu yang kelak menjadi jodohku,
Setiap hari aku selalu berdoa kepada sang Ilahi, kelak suatu
saat kita bisa menyatu.
KITA. Ya, aku dan kamu.
Kamu yang tak tersentuh.
Kamu yang tak teraba.
Namamu yang sampai saat ini masih berada di langit ketujuh.
Namamu yang masih menjadi rahasia Ilahi.
Namun, aku selalu berandai-andai kita akan menjadi utuh.
Ketidaksempurnaan yang kita miliki akan menjadi kesempurnaan bagi kita berdua.
Aku selalu penasaran, bagaimanakah bentuk kamu? Bagaimanakah
rupamu?
Berjuta kali aku menebak siapakah kamu, tetapi kamu tetaplah
kamu. Kamu tetap menjadi rahasia-Nya.
Seandainya kamu tau, setiap hari aku berdoa agar kita segera
dipertemukan. Yah, kemudian aku sadar, pasti ada waktunya.
Tidak, tidak. Aku tidak ingin menikah saat ini. Aku hanya
penasaran siapakah kamu. Hanya itu.
Aku telah memimpikan berbagai peristiwa yang akan kita lalui
bersama.
Bersamamu, aku akan menghabiskan sisa waktuku. Karena
kamulah yang akan menjadi diary sejatiku. Kamulah tempatku berkeluh kesah.
Kamulah tempatku mencurahkan isi hati. Dan hanya kamulah tempatku mengadu
setelah menerjang segudang pekerjaan seharian.
Bersamamu, aku akan menghabiskan masa senjaku, duduk di
sebuah kursi tua, menikmati matahari di senja hari. Hanya bersamamu.
Mungkin mimpi dan anganku terlalu tinggi. Aku begitu
mengharapkan kamu yang begitu sempurna. Kan sudah kubilang, kesempurnaan itu
akan kita ciptakan berdua. Kesempurnaan akan kita ciptakan dari
ketidaksempurnaan kita.
Untuk saat ini, kubiarkan anganku melayang jauh. Jauh.. di
atas langit sana, di mana hanya Ilahi Rabbi yang Maha Tau.
Untuk saat ini, biarlah kita menjadi apa yang kita inginkan.
Biarlah kita jalani hidup kita saat ini.
Aku membiarkanmu pergi menggapai
anganmu. Aku melepasmu. Tetapi, berjanjilah padaku, bahwa kelak kamu akan
kembali. Ke sini, kepadaku dan memintaku untuk menjadi sahabat sejatimu.
Selamanya..
Insiden Nilai Pak Joni
Minggu, 5 Februari 2012
Ya Allah, hari ini saya bener-bener ngerasa salah banget
sama dosen Produksi Siaran TV, Pak Joni. Jadi, tadi siang saya dapet sms dari
Turi. Isinya begini:
Bantu 4wd: Tmn2, dua nilai kita blm keluar sampai skrg. Buat yg punya no pa joni, yuk sama2 kita sms biar dia input nilainya. Bantuan tmn2 sgt dibthkan. Thx :)
Tadinya saya mikir, ah palingan anak-anak juga pasti banyak
yang sms Pak Joni jadi saya nggak perlu ikut-ikutan sms Pak Joni juga. Tapi
saya pikir-pikir, nggak apa-apalah ikutan. Banyakin suara anak-anak juga.
Yaudah saya sms dia gini:
Pak nilai Produksi Siaran Tv Jurnalistik smt 5 sampai skrg kok belum keluar ya pak? Tolong diinput ya pak
Kira-kira kayak gitu lah. Saya emang sengaja nggak nulis
nama. Trus tiba-tiba dia bales:
Ini siapa ya?
Saya kaget, langsung saya telpon Turi nanyain harus bales
apa. Ternyata Turi bilang nilainya udah keluar di AIS. Buseeeeet, mampus gue!
Ternyata nilai udah keluar dan Pak Joni bales gitu. Wah gawat-gawat-gawat! Turi
juga nggak ngasih tau saya kalo nilai udah keluar!
Tiba-tiba Pak Joni sms lagi:
Kok bisa perintah2 orang
Gila! Mampus mampus mampus! Panik! Gue panik! Akhirnya
dengan hati malu, saya buru-buru bales:
Maaf pak, tadi saya disuruh teman2 utk sms bapak tapi ternyata nilai udah keluar. Sekali lg saya minta maaf pak. Sy marisha jurn b pak. Maaf pak td saya Cuma menyampaikan pesan teman2 yg lain. Sekali lg maaf pak, kami tdk tau
Pak Joni bales lagi:
Cobalah yg sopan ber sms. Sebutin nama, tanya kenapa masalahnya apa coba kamu baca lagi smsmu ya
Haduuuuh, sumpah saya malu banget rasanyaaaa. Mana nilai
saya 86, A! malu semalu-malunya! Akhirnya saya bales lagi dengan hati yang
deg-degan:
Iya maaf pak td itu sms forwad dr teman2 yg lain isinya seperti itu. Maaf ya pak, kita langsung sms tp gak ngecek dulu aisnya. Sekali lg maafkan saya pak
Dan akhirnya, untuk terakhir kalinya Pak Joni bales lagi:
Temanmu yg mana? Yg saya terima dr no ini. Tlg baca lagi smsmu ya
Mamposss mamposss mampossss! Nggak bisa ngeles gue!
Permintaan maaf saya pun kembali berulang-ulang saya tulis lagi:
Iya pak sms saya memang kurang sopan. Sekali lg mohon dimaafkan pak. Iya memang tadi cuma saya yg disms pak krn yg lain tdk tau nomer bapak
Sekian.
Rasulullah, Sang Entrepreneur
Malam ini saya membaca timeline @KisahRasul tentang Rasulullah Sang Enterpreneur. Banyak sekali pelajaran moral yang dapat saya petik. Beberapa pesan saya tulis kembali di twitter saya. Ini dia beberapa pesan moral tersebut.
Dalam bersedekah, beliau tidak pernah tanggung-tanggung. Belasan dombanya beliau sedekahkan kepada orang miskin. Beliau tidak pernah takut miskin dan hidup kekurangan. Sungguh berbeda dengan saya yang seringkali berpikir untuk menyedekahkan sedikit dari rezeki yang Allah berikan setiap hari kepada saya melalui orang tua saya.
Dan saya juga tidak seperti Rasulullah saw., beliau dengan sabar menunggu seseorang sampai tiga hari lamanya. Sedangkan saya hanya menunggu satu jam, saya sudah marah-marah dan langsung pergi meninggalkan tempat untuk bertemu itu.
Betapa banyak sifat-sifat serta akhlak mulia beliau yang patut kita contoh. Kejujuran, kesabaran, dan kearifan beliau membawanya menjadi seorang pemimpin yang amat disegani oleh rakyat pada saat itu, dan hingga kini, beliau masih terus menjadi idola bagi umat Muslim, termasuk saya.
Semoga saya dan teman-teman semua bisa belajar serta bercermin kepada Muhammad saw, junjungan kita, teladan kita yang telah memberikan kita cahaya penerangan untuk menuju surga Allah yang nikmatnya tiada tara, yakni Islam.
Semoga ini menjadi pelajaran buat saya dan teman-teman semua. Sesungguhnya saya juga masih belajar dan akan terus belajar :)
- Rasulullah saw meninggalkan dunia ini dengan tidak memiliki apapun, seperti ketika ia dilahirkan ke dunia ini. Subhanallah :) ---> Rasulullah tidak meninggalkan harta benda apapun yang beliau tinggalkan untuk anak-anak dan para istrinya. Bahkan uang sebesar 7 dirham pun beliau sedekahkan sebelum ajalnya tiba. Subhanallah!
- Subhanallah, rasul ternyata memberikan orang lain hadiah setelah beliau menerima hadiah dari orang lain. ---> Rasulullah selalu mendapatkan hadiah dari orang lain karena kejujurannya, banyak hadiah-hadiah mahal yang beliau dapatkan tetapi kemudian beliau juga memberikan orang-orang lain hadiah yang tidak kalah bagusnya dengan yang beliau terima.
- Rasulullah tidak pernah menyimpan hartanya dirumah melainkan alat-alat memasak dan tikar untuk tidur. Subhanallah :) ---> Rasulullah itu jika bersedekah tidak takut miskin. Buktinya, beliau pernah dimintai pertolongan oleh seseorang dan beliau memberikannya domba-domba ternaknya sampai domba-domba tersebut memenuhi jalanan di perbukitan. Subhanallah :)
- Ketika berjanji, rasul menepati bahkan menunggu seseorang yang berjanji padanya hingga tiga hari kemudian. Subhanallah :) ---> Rasulullah telah berjanji dengan seseorang untuk bertemu di suatu tempat namun orang itu lupa. Ketika tiga hari kemudian dia balik ke tempat dimana dia telah berjanji untuk bertemu, Rasul masih di sana menunggunya dengan sabar. Subhanallah :)
- Rasulullah sangat menganjurkan para umatnya untuk memperoleh rezeki yang halal melalui perdagangan yang bersih dan jujur. ---> Rasulullah itu pedagang yang jujur, bahkan ketika beliau berhutang dengan pembayaran sistem kredit, ketika hendak melunasi hutangnya beliau melebihkan uang itu. Beliau mengatakan tidak apa-apa asal tidak ada perjanjian sebelumnya, karena itu dinamakan riba.
- Para rasul memang pernah menjadi penggembala. Dengan memanfaatkan waktu luang saat menggembala, mereka kemudian merenung tentang Tuhan, alam beserta isinya. ---> Kita sadari atau tidak, para rasul yang diutus Allah di muka bumi ini adalah seorang penggembala. Saat luang, biasanya para rasul melakukan perenungan dan berpikir tentang kekuasaan Allah, alam ini dan juga makhluk yang ada di dalamnya.
- Masa kecil Rasulullah sebagai yatim piatu miskin yang membuatnya kemudian bekerja keras untuk membuat penghidupan yang lebih baik melalui berdagang. ---> Yap, inilah alasan mengapa Rasulullah memilih jalan sebagai pedagang. Kehidupannya yang miskin dan tidak punya siapa-siapa dan kemudian diasuh oleh kakek lalu pamannya ini membuatnya harus bekerja keras mambantu ekonomi pamannya. Hasil dari berdagang juga amat berkah karena kita memperoleh hasil dari keringat kita sendiri.
Dalam bersedekah, beliau tidak pernah tanggung-tanggung. Belasan dombanya beliau sedekahkan kepada orang miskin. Beliau tidak pernah takut miskin dan hidup kekurangan. Sungguh berbeda dengan saya yang seringkali berpikir untuk menyedekahkan sedikit dari rezeki yang Allah berikan setiap hari kepada saya melalui orang tua saya.
Dan saya juga tidak seperti Rasulullah saw., beliau dengan sabar menunggu seseorang sampai tiga hari lamanya. Sedangkan saya hanya menunggu satu jam, saya sudah marah-marah dan langsung pergi meninggalkan tempat untuk bertemu itu.
Betapa banyak sifat-sifat serta akhlak mulia beliau yang patut kita contoh. Kejujuran, kesabaran, dan kearifan beliau membawanya menjadi seorang pemimpin yang amat disegani oleh rakyat pada saat itu, dan hingga kini, beliau masih terus menjadi idola bagi umat Muslim, termasuk saya.
Semoga saya dan teman-teman semua bisa belajar serta bercermin kepada Muhammad saw, junjungan kita, teladan kita yang telah memberikan kita cahaya penerangan untuk menuju surga Allah yang nikmatnya tiada tara, yakni Islam.
Semoga ini menjadi pelajaran buat saya dan teman-teman semua. Sesungguhnya saya juga masih belajar dan akan terus belajar :)
Untuk Seseorang yang Sedih Hatinya
Malam ini, saya menulis beberapa kalimat melalui twitter. Tweet-tweet itu untuk seseorang yang sedang sedih hatinya. Semoga beberapa kalimat sederhana ini bisa memberikan sedikit hikmah untuknya. Sesungguhnya saya bukanlah seorang penceramah, dai atau motivator. Saya hanyalah manusia yang masih belajar dan akan terus belajar dari hidup ini.
1. Untuk seseorang yangg sedih hatinya, sesungguhnya galau itu diciptakan oleh kita sendiri.#renungan
2. Untuk seseorang yangg sedih hatinya, dalam kebimbangan dan kerapuhan hati, sesungguhnya hanya Allah tempat untuk berlindung.#renungan
3. Untuk seseorang yang sedih hatinya, emosi hanyalah perasaan sesaat maka tuangkanlah sgl emosi melalui air mata dan mengadulah padaNya.#renungan
4. Untuk seseorang yang sedih hatinya, percayalah bahwa hidup akan terus berjalan dan yakin bahwa balasan dari Allah sesungguhnya amat pedih.#renungan
5. Untuk seseorang yang sedih hatinya, kesedihanmu akan tergantikan oleh sesuatu yang lebih baik dan akan indah pada waktunya.#renungan
6. Untuk seseorang yang sedih hatinya, petiklah hikmah dari apa yang kamu alami saat ini. Dan kamu tidak pernah sendiri.#renungan
Semoga bermanfaat ya teman-teman :)
1. Untuk seseorang yangg sedih hatinya, sesungguhnya galau itu diciptakan oleh kita sendiri.
2. Untuk seseorang yangg sedih hatinya, dalam kebimbangan dan kerapuhan hati, sesungguhnya hanya Allah tempat untuk berlindung.
3. Untuk seseorang yang sedih hatinya, emosi hanyalah perasaan sesaat maka tuangkanlah sgl emosi melalui air mata dan mengadulah padaNya.
4. Untuk seseorang yang sedih hatinya, percayalah bahwa hidup akan terus berjalan dan yakin bahwa balasan dari Allah sesungguhnya amat pedih.
5. Untuk seseorang yang sedih hatinya, kesedihanmu akan tergantikan oleh sesuatu yang lebih baik dan akan indah pada waktunya.
6. Untuk seseorang yang sedih hatinya, petiklah hikmah dari apa yang kamu alami saat ini. Dan kamu tidak pernah sendiri.
Semoga bermanfaat ya teman-teman :)
Langganan:
Postingan (Atom)