- Rasulullah saw meninggalkan dunia ini dengan tidak memiliki apapun, seperti ketika ia dilahirkan ke dunia ini. Subhanallah :) ---> Rasulullah tidak meninggalkan harta benda apapun yang beliau tinggalkan untuk anak-anak dan para istrinya. Bahkan uang sebesar 7 dirham pun beliau sedekahkan sebelum ajalnya tiba. Subhanallah!
- Subhanallah, rasul ternyata memberikan orang lain hadiah setelah beliau menerima hadiah dari orang lain. ---> Rasulullah selalu mendapatkan hadiah dari orang lain karena kejujurannya, banyak hadiah-hadiah mahal yang beliau dapatkan tetapi kemudian beliau juga memberikan orang-orang lain hadiah yang tidak kalah bagusnya dengan yang beliau terima.
- Rasulullah tidak pernah menyimpan hartanya dirumah melainkan alat-alat memasak dan tikar untuk tidur. Subhanallah :) ---> Rasulullah itu jika bersedekah tidak takut miskin. Buktinya, beliau pernah dimintai pertolongan oleh seseorang dan beliau memberikannya domba-domba ternaknya sampai domba-domba tersebut memenuhi jalanan di perbukitan. Subhanallah :)
- Ketika berjanji, rasul menepati bahkan menunggu seseorang yang berjanji padanya hingga tiga hari kemudian. Subhanallah :) ---> Rasulullah telah berjanji dengan seseorang untuk bertemu di suatu tempat namun orang itu lupa. Ketika tiga hari kemudian dia balik ke tempat dimana dia telah berjanji untuk bertemu, Rasul masih di sana menunggunya dengan sabar. Subhanallah :)
- Rasulullah sangat menganjurkan para umatnya untuk memperoleh rezeki yang halal melalui perdagangan yang bersih dan jujur. ---> Rasulullah itu pedagang yang jujur, bahkan ketika beliau berhutang dengan pembayaran sistem kredit, ketika hendak melunasi hutangnya beliau melebihkan uang itu. Beliau mengatakan tidak apa-apa asal tidak ada perjanjian sebelumnya, karena itu dinamakan riba.
- Para rasul memang pernah menjadi penggembala. Dengan memanfaatkan waktu luang saat menggembala, mereka kemudian merenung tentang Tuhan, alam beserta isinya. ---> Kita sadari atau tidak, para rasul yang diutus Allah di muka bumi ini adalah seorang penggembala. Saat luang, biasanya para rasul melakukan perenungan dan berpikir tentang kekuasaan Allah, alam ini dan juga makhluk yang ada di dalamnya.
- Masa kecil Rasulullah sebagai yatim piatu miskin yang membuatnya kemudian bekerja keras untuk membuat penghidupan yang lebih baik melalui berdagang. ---> Yap, inilah alasan mengapa Rasulullah memilih jalan sebagai pedagang. Kehidupannya yang miskin dan tidak punya siapa-siapa dan kemudian diasuh oleh kakek lalu pamannya ini membuatnya harus bekerja keras mambantu ekonomi pamannya. Hasil dari berdagang juga amat berkah karena kita memperoleh hasil dari keringat kita sendiri.
Dalam bersedekah, beliau tidak pernah tanggung-tanggung. Belasan dombanya beliau sedekahkan kepada orang miskin. Beliau tidak pernah takut miskin dan hidup kekurangan. Sungguh berbeda dengan saya yang seringkali berpikir untuk menyedekahkan sedikit dari rezeki yang Allah berikan setiap hari kepada saya melalui orang tua saya.
Dan saya juga tidak seperti Rasulullah saw., beliau dengan sabar menunggu seseorang sampai tiga hari lamanya. Sedangkan saya hanya menunggu satu jam, saya sudah marah-marah dan langsung pergi meninggalkan tempat untuk bertemu itu.
Betapa banyak sifat-sifat serta akhlak mulia beliau yang patut kita contoh. Kejujuran, kesabaran, dan kearifan beliau membawanya menjadi seorang pemimpin yang amat disegani oleh rakyat pada saat itu, dan hingga kini, beliau masih terus menjadi idola bagi umat Muslim, termasuk saya.
Semoga saya dan teman-teman semua bisa belajar serta bercermin kepada Muhammad saw, junjungan kita, teladan kita yang telah memberikan kita cahaya penerangan untuk menuju surga Allah yang nikmatnya tiada tara, yakni Islam.
Semoga ini menjadi pelajaran buat saya dan teman-teman semua. Sesungguhnya saya juga masih belajar dan akan terus belajar :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar