I don't know what I have to do tonight. There are so many work I have to do, but I lost my mind. My world was broke in the same time. I was text him and it's not as my expectation.
God, am I wrong? Or, am I so stupid? Is that a mistake? I just wanna have a good relationship as a friend with him. I don't wanna be a stranger.
No, I don't love him anymore. I just... I just... I don't know. I'm broke enough tonight. Okay, that's fair for me.
Hi, There!
Hi, it's been along time since I've post some article. Actually, these aren't articles, but it's kinda story about my life. While I think about, I always thinking that why I have to writing all of this? Who cares?
And then, I know that this blog might be "the eye of my life". It could be the history about my journey.
Everything that I see. Everything that I heard. Everything that I touch. Everything that I feel. Everything...
Well, I just have a great experience in life. I was a crew of a big event in my college. This is 'bout fashion. Yep, it's UIN Fashion Fair 2012. In UFF, I got so many new friends. I got many sisters! They're like my family. I love when we meet. I love when we discuss. I love when we afraid. I love when we laugh. I love when we cry. We always do it together, cause we are sisters!
Seven months are a tired journey. We need extra-hard work! I remember while Thata gave us some target. It's like a dog which always running behind us and be ready to catch us. But when the target was successfully handled, it's like when we swim in a super-big-pool!
Now, it's over. I feel so empty. There's no laugh with Uci and Nanda. I really love them when they were joking. I feel so bored. There's no text-target-from-Thata every mid night.
I try to focus on my skripsi. I don't know how to write skripsi in English hahaha. I tried to find some title of skripsi. I don't know why, but I'm so worried about.
Bismillah, I always pray and always believing in Allah's way. He know which one for me. And also I'll always trying and keep trying to make my parents proud of me. One day, Insha Allah.
*with my pleasure, please correct me if there's some mistake that I did
xoxo, Marisha :)
And then, I know that this blog might be "the eye of my life". It could be the history about my journey.
Everything that I see. Everything that I heard. Everything that I touch. Everything that I feel. Everything...
Well, I just have a great experience in life. I was a crew of a big event in my college. This is 'bout fashion. Yep, it's UIN Fashion Fair 2012. In UFF, I got so many new friends. I got many sisters! They're like my family. I love when we meet. I love when we discuss. I love when we afraid. I love when we laugh. I love when we cry. We always do it together, cause we are sisters!
Seven months are a tired journey. We need extra-hard work! I remember while Thata gave us some target. It's like a dog which always running behind us and be ready to catch us. But when the target was successfully handled, it's like when we swim in a super-big-pool!
Now, it's over. I feel so empty. There's no laugh with Uci and Nanda. I really love them when they were joking. I feel so bored. There's no text-target-from-Thata every mid night.
I try to focus on my skripsi. I don't know how to write skripsi in English hahaha. I tried to find some title of skripsi. I don't know why, but I'm so worried about.
Bismillah, I always pray and always believing in Allah's way. He know which one for me. And also I'll always trying and keep trying to make my parents proud of me. One day, Insha Allah.
*with my pleasure, please correct me if there's some mistake that I did
xoxo, Marisha :)
Pahit
Pahit adalah ketika kita harus merelakan seseorang untuk
pergi.
Pahit adalah ketika kita menerima kenyataan bahwa orang yang
kita harapkan ternyata adalah orang yang harus kita lupakan.
Pahit adalah ketika kita melihat harapan yang awalnya kecil,
berubah menjadi besar, dan lama-lama hilang ditelan waktu.
Pahit adalah ketika kita berdoa setiap hari untuk orang yang
kita kasihi, namun orang itu tiada pernah mendengarnya.
Pahit adalah ketika kita harus menelan butir-butir
kekecewaan terhadap angan yang terlalu berlebih.
Pahit adalah ketika kita terpuruk seorang diri dan sulit
melupakan masa lalu.
Pahit adalah ketika kita menatap masa depan dengan hati yang
terluka.
Pahit adalah ketika kita minum puyer bintang tujuh ketika
sakit gigi.
*sekian*
Surat untuk Jodohku Nanti..
Untuk kamu yang kelak menjadi jodohku,
Setiap hari aku selalu berdoa kepada sang Ilahi, kelak suatu
saat kita bisa menyatu.
KITA. Ya, aku dan kamu.
Kamu yang tak tersentuh.
Kamu yang tak teraba.
Namamu yang sampai saat ini masih berada di langit ketujuh.
Namamu yang masih menjadi rahasia Ilahi.
Namun, aku selalu berandai-andai kita akan menjadi utuh.
Ketidaksempurnaan yang kita miliki akan menjadi kesempurnaan bagi kita berdua.
Aku selalu penasaran, bagaimanakah bentuk kamu? Bagaimanakah
rupamu?
Berjuta kali aku menebak siapakah kamu, tetapi kamu tetaplah
kamu. Kamu tetap menjadi rahasia-Nya.
Seandainya kamu tau, setiap hari aku berdoa agar kita segera
dipertemukan. Yah, kemudian aku sadar, pasti ada waktunya.
Tidak, tidak. Aku tidak ingin menikah saat ini. Aku hanya
penasaran siapakah kamu. Hanya itu.
Aku telah memimpikan berbagai peristiwa yang akan kita lalui
bersama.
Bersamamu, aku akan menghabiskan sisa waktuku. Karena
kamulah yang akan menjadi diary sejatiku. Kamulah tempatku berkeluh kesah.
Kamulah tempatku mencurahkan isi hati. Dan hanya kamulah tempatku mengadu
setelah menerjang segudang pekerjaan seharian.
Bersamamu, aku akan menghabiskan masa senjaku, duduk di
sebuah kursi tua, menikmati matahari di senja hari. Hanya bersamamu.
Mungkin mimpi dan anganku terlalu tinggi. Aku begitu
mengharapkan kamu yang begitu sempurna. Kan sudah kubilang, kesempurnaan itu
akan kita ciptakan berdua. Kesempurnaan akan kita ciptakan dari
ketidaksempurnaan kita.
Untuk saat ini, kubiarkan anganku melayang jauh. Jauh.. di
atas langit sana, di mana hanya Ilahi Rabbi yang Maha Tau.
Untuk saat ini, biarlah kita menjadi apa yang kita inginkan.
Biarlah kita jalani hidup kita saat ini.
Aku membiarkanmu pergi menggapai
anganmu. Aku melepasmu. Tetapi, berjanjilah padaku, bahwa kelak kamu akan
kembali. Ke sini, kepadaku dan memintaku untuk menjadi sahabat sejatimu.
Selamanya..
Insiden Nilai Pak Joni
Minggu, 5 Februari 2012
Ya Allah, hari ini saya bener-bener ngerasa salah banget
sama dosen Produksi Siaran TV, Pak Joni. Jadi, tadi siang saya dapet sms dari
Turi. Isinya begini:
Bantu 4wd: Tmn2, dua nilai kita blm keluar sampai skrg. Buat yg punya no pa joni, yuk sama2 kita sms biar dia input nilainya. Bantuan tmn2 sgt dibthkan. Thx :)
Tadinya saya mikir, ah palingan anak-anak juga pasti banyak
yang sms Pak Joni jadi saya nggak perlu ikut-ikutan sms Pak Joni juga. Tapi
saya pikir-pikir, nggak apa-apalah ikutan. Banyakin suara anak-anak juga.
Yaudah saya sms dia gini:
Pak nilai Produksi Siaran Tv Jurnalistik smt 5 sampai skrg kok belum keluar ya pak? Tolong diinput ya pak
Kira-kira kayak gitu lah. Saya emang sengaja nggak nulis
nama. Trus tiba-tiba dia bales:
Ini siapa ya?
Saya kaget, langsung saya telpon Turi nanyain harus bales
apa. Ternyata Turi bilang nilainya udah keluar di AIS. Buseeeeet, mampus gue!
Ternyata nilai udah keluar dan Pak Joni bales gitu. Wah gawat-gawat-gawat! Turi
juga nggak ngasih tau saya kalo nilai udah keluar!
Tiba-tiba Pak Joni sms lagi:
Kok bisa perintah2 orang
Gila! Mampus mampus mampus! Panik! Gue panik! Akhirnya
dengan hati malu, saya buru-buru bales:
Maaf pak, tadi saya disuruh teman2 utk sms bapak tapi ternyata nilai udah keluar. Sekali lg saya minta maaf pak. Sy marisha jurn b pak. Maaf pak td saya Cuma menyampaikan pesan teman2 yg lain. Sekali lg maaf pak, kami tdk tau
Pak Joni bales lagi:
Cobalah yg sopan ber sms. Sebutin nama, tanya kenapa masalahnya apa coba kamu baca lagi smsmu ya
Haduuuuh, sumpah saya malu banget rasanyaaaa. Mana nilai
saya 86, A! malu semalu-malunya! Akhirnya saya bales lagi dengan hati yang
deg-degan:
Iya maaf pak td itu sms forwad dr teman2 yg lain isinya seperti itu. Maaf ya pak, kita langsung sms tp gak ngecek dulu aisnya. Sekali lg maafkan saya pak
Dan akhirnya, untuk terakhir kalinya Pak Joni bales lagi:
Temanmu yg mana? Yg saya terima dr no ini. Tlg baca lagi smsmu ya
Mamposss mamposss mampossss! Nggak bisa ngeles gue!
Permintaan maaf saya pun kembali berulang-ulang saya tulis lagi:
Iya pak sms saya memang kurang sopan. Sekali lg mohon dimaafkan pak. Iya memang tadi cuma saya yg disms pak krn yg lain tdk tau nomer bapak
Sekian.
Rasulullah, Sang Entrepreneur
Malam ini saya membaca timeline @KisahRasul tentang Rasulullah Sang Enterpreneur. Banyak sekali pelajaran moral yang dapat saya petik. Beberapa pesan saya tulis kembali di twitter saya. Ini dia beberapa pesan moral tersebut.
Dalam bersedekah, beliau tidak pernah tanggung-tanggung. Belasan dombanya beliau sedekahkan kepada orang miskin. Beliau tidak pernah takut miskin dan hidup kekurangan. Sungguh berbeda dengan saya yang seringkali berpikir untuk menyedekahkan sedikit dari rezeki yang Allah berikan setiap hari kepada saya melalui orang tua saya.
Dan saya juga tidak seperti Rasulullah saw., beliau dengan sabar menunggu seseorang sampai tiga hari lamanya. Sedangkan saya hanya menunggu satu jam, saya sudah marah-marah dan langsung pergi meninggalkan tempat untuk bertemu itu.
Betapa banyak sifat-sifat serta akhlak mulia beliau yang patut kita contoh. Kejujuran, kesabaran, dan kearifan beliau membawanya menjadi seorang pemimpin yang amat disegani oleh rakyat pada saat itu, dan hingga kini, beliau masih terus menjadi idola bagi umat Muslim, termasuk saya.
Semoga saya dan teman-teman semua bisa belajar serta bercermin kepada Muhammad saw, junjungan kita, teladan kita yang telah memberikan kita cahaya penerangan untuk menuju surga Allah yang nikmatnya tiada tara, yakni Islam.
Semoga ini menjadi pelajaran buat saya dan teman-teman semua. Sesungguhnya saya juga masih belajar dan akan terus belajar :)
- Rasulullah saw meninggalkan dunia ini dengan tidak memiliki apapun, seperti ketika ia dilahirkan ke dunia ini. Subhanallah :) ---> Rasulullah tidak meninggalkan harta benda apapun yang beliau tinggalkan untuk anak-anak dan para istrinya. Bahkan uang sebesar 7 dirham pun beliau sedekahkan sebelum ajalnya tiba. Subhanallah!
- Subhanallah, rasul ternyata memberikan orang lain hadiah setelah beliau menerima hadiah dari orang lain. ---> Rasulullah selalu mendapatkan hadiah dari orang lain karena kejujurannya, banyak hadiah-hadiah mahal yang beliau dapatkan tetapi kemudian beliau juga memberikan orang-orang lain hadiah yang tidak kalah bagusnya dengan yang beliau terima.
- Rasulullah tidak pernah menyimpan hartanya dirumah melainkan alat-alat memasak dan tikar untuk tidur. Subhanallah :) ---> Rasulullah itu jika bersedekah tidak takut miskin. Buktinya, beliau pernah dimintai pertolongan oleh seseorang dan beliau memberikannya domba-domba ternaknya sampai domba-domba tersebut memenuhi jalanan di perbukitan. Subhanallah :)
- Ketika berjanji, rasul menepati bahkan menunggu seseorang yang berjanji padanya hingga tiga hari kemudian. Subhanallah :) ---> Rasulullah telah berjanji dengan seseorang untuk bertemu di suatu tempat namun orang itu lupa. Ketika tiga hari kemudian dia balik ke tempat dimana dia telah berjanji untuk bertemu, Rasul masih di sana menunggunya dengan sabar. Subhanallah :)
- Rasulullah sangat menganjurkan para umatnya untuk memperoleh rezeki yang halal melalui perdagangan yang bersih dan jujur. ---> Rasulullah itu pedagang yang jujur, bahkan ketika beliau berhutang dengan pembayaran sistem kredit, ketika hendak melunasi hutangnya beliau melebihkan uang itu. Beliau mengatakan tidak apa-apa asal tidak ada perjanjian sebelumnya, karena itu dinamakan riba.
- Para rasul memang pernah menjadi penggembala. Dengan memanfaatkan waktu luang saat menggembala, mereka kemudian merenung tentang Tuhan, alam beserta isinya. ---> Kita sadari atau tidak, para rasul yang diutus Allah di muka bumi ini adalah seorang penggembala. Saat luang, biasanya para rasul melakukan perenungan dan berpikir tentang kekuasaan Allah, alam ini dan juga makhluk yang ada di dalamnya.
- Masa kecil Rasulullah sebagai yatim piatu miskin yang membuatnya kemudian bekerja keras untuk membuat penghidupan yang lebih baik melalui berdagang. ---> Yap, inilah alasan mengapa Rasulullah memilih jalan sebagai pedagang. Kehidupannya yang miskin dan tidak punya siapa-siapa dan kemudian diasuh oleh kakek lalu pamannya ini membuatnya harus bekerja keras mambantu ekonomi pamannya. Hasil dari berdagang juga amat berkah karena kita memperoleh hasil dari keringat kita sendiri.
Dalam bersedekah, beliau tidak pernah tanggung-tanggung. Belasan dombanya beliau sedekahkan kepada orang miskin. Beliau tidak pernah takut miskin dan hidup kekurangan. Sungguh berbeda dengan saya yang seringkali berpikir untuk menyedekahkan sedikit dari rezeki yang Allah berikan setiap hari kepada saya melalui orang tua saya.
Dan saya juga tidak seperti Rasulullah saw., beliau dengan sabar menunggu seseorang sampai tiga hari lamanya. Sedangkan saya hanya menunggu satu jam, saya sudah marah-marah dan langsung pergi meninggalkan tempat untuk bertemu itu.
Betapa banyak sifat-sifat serta akhlak mulia beliau yang patut kita contoh. Kejujuran, kesabaran, dan kearifan beliau membawanya menjadi seorang pemimpin yang amat disegani oleh rakyat pada saat itu, dan hingga kini, beliau masih terus menjadi idola bagi umat Muslim, termasuk saya.
Semoga saya dan teman-teman semua bisa belajar serta bercermin kepada Muhammad saw, junjungan kita, teladan kita yang telah memberikan kita cahaya penerangan untuk menuju surga Allah yang nikmatnya tiada tara, yakni Islam.
Semoga ini menjadi pelajaran buat saya dan teman-teman semua. Sesungguhnya saya juga masih belajar dan akan terus belajar :)
Untuk Seseorang yang Sedih Hatinya
Malam ini, saya menulis beberapa kalimat melalui twitter. Tweet-tweet itu untuk seseorang yang sedang sedih hatinya. Semoga beberapa kalimat sederhana ini bisa memberikan sedikit hikmah untuknya. Sesungguhnya saya bukanlah seorang penceramah, dai atau motivator. Saya hanyalah manusia yang masih belajar dan akan terus belajar dari hidup ini.
1. Untuk seseorang yangg sedih hatinya, sesungguhnya galau itu diciptakan oleh kita sendiri.#renungan
2. Untuk seseorang yangg sedih hatinya, dalam kebimbangan dan kerapuhan hati, sesungguhnya hanya Allah tempat untuk berlindung.#renungan
3. Untuk seseorang yang sedih hatinya, emosi hanyalah perasaan sesaat maka tuangkanlah sgl emosi melalui air mata dan mengadulah padaNya.#renungan
4. Untuk seseorang yang sedih hatinya, percayalah bahwa hidup akan terus berjalan dan yakin bahwa balasan dari Allah sesungguhnya amat pedih.#renungan
5. Untuk seseorang yang sedih hatinya, kesedihanmu akan tergantikan oleh sesuatu yang lebih baik dan akan indah pada waktunya.#renungan
6. Untuk seseorang yang sedih hatinya, petiklah hikmah dari apa yang kamu alami saat ini. Dan kamu tidak pernah sendiri.#renungan
Semoga bermanfaat ya teman-teman :)
1. Untuk seseorang yangg sedih hatinya, sesungguhnya galau itu diciptakan oleh kita sendiri.
2. Untuk seseorang yangg sedih hatinya, dalam kebimbangan dan kerapuhan hati, sesungguhnya hanya Allah tempat untuk berlindung.
3. Untuk seseorang yang sedih hatinya, emosi hanyalah perasaan sesaat maka tuangkanlah sgl emosi melalui air mata dan mengadulah padaNya.
4. Untuk seseorang yang sedih hatinya, percayalah bahwa hidup akan terus berjalan dan yakin bahwa balasan dari Allah sesungguhnya amat pedih.
5. Untuk seseorang yang sedih hatinya, kesedihanmu akan tergantikan oleh sesuatu yang lebih baik dan akan indah pada waktunya.
6. Untuk seseorang yang sedih hatinya, petiklah hikmah dari apa yang kamu alami saat ini. Dan kamu tidak pernah sendiri.
Semoga bermanfaat ya teman-teman :)
The Lost Valentine
The Lost Valentine adalah sebuah film Hollywood yang
mengambil tema tentang cinta. Film ini bersetting di dua era, yakni pada masa
sekarang dan pada tahun 1940-an. Film yang dibintangi oleh Jennifer Love Hewitt
sebagai Susan Allison, seorang jurnalis di sebuah stasiun tv yang memiliki
program bernama American Diary yang mengangkat tema tentang human interest
orang-orang Amerika. Betty White sebagai Caroline Thomas, berperan sebagai
seorang wanita tua yang selalu menunggu kedatangan suaminya, Neil Thomas,
setiap hari Valentine.
Tahun 1944 adalah sebuah masa ketika Perang Dunia II sedang
bergejolak. Neil yang bertugas sebagai pilot, harus menjalankan tugasnya. Ia
harus meninggalkan Caroline yang tengah mengandung anak pertama mereka. Caroline
harus merelakan kepergian Neil untung membela negaranya. Mereka berdua berjanji
akan selalu mengirimi surat setiap harinya.
Pada awalnya, Caroline selalu mengirim surat dan juga selalu
menerima surat balasannya. Setiap hari, ia merasa bahagia meskipun suaminya
tidak ada di rumah. Ia pun melahirkan anak pertamanya. Sampai suatu hari,
seorang petugas Western Union memberinya sebuah kabar dari Pemimpin Militer AS
bahwa Neil telah dinyatakan hilang dalam misi tersebut. Caroline tidak percaya
bahwa suaminya meninggal. Ia beranggapan, Neil bukannya tewas, tetapi hilang
dan belum ditemukan.
Penantian yang sesungguhnya pun dimulai. Caroline harus
melalui hari-hari yang panjang tanpa kepastian mengenai keberadaan suaminya.
Setiap hari Valentine, Caroline selalu berada di stasiun kereta, tempat di mana
keduanya berpisah. Neil berjanji untuk kembali pulang dengan selamat dan
Caroline setia menunggu kepulangannya, hingga 60 tahun kemudian. Caroline
selalu berada di tempat duduk yang sama dan pada waktu yang sama pula.
Kisah Caroline membuat Susan tertarik untuk mengangkatnya ke
televisi. Ia mulai melakukan pendekatan dengan Caroline dan akhirnya ia pun
berhasil membuat Caroline mau menceritakan kisahnya di televisi. Susan yang
terlanjur masuk ke dalam kehidupan Caroline merasa perlu untuk mencari tahu
informasi mengenai Neil. Melalui beberapa koneksinya, akhirnya Susan
mendapatkan juru kunci tentang keberadaan Neil. Seorang tentara sipil Filipina
yang menyelamatkan Neil menceritakan semuanya pada Caroline, bahwa Neil adalah
seorang prajurit dan manusia yang baik. Demi menyelamatkan seorang anak, ia
mati tertembak tentara Jepang dan dimakankan di sebuah hutan di Filipina.
Di akhir cerita, akhirnya jasad Neil dipulangkan ke Amerika
dan diberi penghormatan khusus. Caroline pun menunggu kedatangan jasadnya di
stasiun yang sama di hari Valentine. Berbeda dengan Valentine sebelumnya, kali
ini Caroline tidak mengatakan menunggu suaminya pulang, tapi ia mengatakan
“Kini suamiku telah kembali”.
Dari film ini, banyak pesan yang dapat saya ambil. Pertama,
kesetiaan adalah sebuah harga mati dari apa yang dinamakan cinta. Menunggu
orang yang dikasihi setiap tahun dan berharap ia kembali, adalah sebuah
cerminan dari cinta yang sesungguhnya. Menjaga cinta untuk seorang suami yang
selalu dinanti kedatangannya dan tidak berpaling dengan yang lain.
Kedua, menyerah adalah sebuah tindakan yang sangat bodoh.
Film ini mengajarkan kepada para penontonnya untuk tidak menyerah mencari tahu
tentang seseorang yang telah 60 tahun menghilang. Kegigihan untuk tetap
menunggu. Tidak pernah menyerah untuk menunggu di hari yang sama meski waktu
terus berjalan dan tidak ada kepastian.
Film ini mengungkapkan makna cinta yang sebenarnya. Bahwa
cinta sejati tetap ada dan tetap terjaga meskipun yang dicintai tidak jelas
bagaimana keadaanya. Cinta itu sejatinya adalah sebuah kesetiaan dan keikhlasan
menerima setiap keadaan yang ada dalam hidup ini. Cinta sejati berjuang untuk
tetap bertahan meski keadaan meminta untuk menyerah. Bahwa, cinta itu tidak
pernah menyerah.
Pembicaraan Random Dua Adik Saya
Suatu sore, saya denger percakapan random dua adik saya. Dennis (abang) dan Mentari yang biasa dipanggil Ai..
Cekidot!!
Dennis : Ai, kamu mau jadi TKI apa TKW?
Mentari : Heeem, gatau deh. Kayaknya TKW aja deh..
Dennis : TKW? Emang TKW apaan Ai?
Mentari : TKW kan TK Wahidin, jadi aku mau jadi guru di TK Wahidin, bang!
**Oops, tidak bermaksud kampanye Wahidin Halim ya, cuma mengutip omongan ngaco dua adik saya hihihi
22 Juli 2011
Cekidot!!
Dennis : Ai, kamu mau jadi TKI apa TKW?
Mentari : Heeem, gatau deh. Kayaknya TKW aja deh..
Dennis : TKW? Emang TKW apaan Ai?
Mentari : TKW kan TK Wahidin, jadi aku mau jadi guru di TK Wahidin, bang!
**Oops, tidak bermaksud kampanye Wahidin Halim ya, cuma mengutip omongan ngaco dua adik saya hihihi
22 Juli 2011
Get Well Soon, Grandma!
Saat
saya nulis ini, saya lagi nemenin nenek saya yang biasa saya panggil
‘Enya’. Dia lagi sakit. Disentri. Itu penyakit semacem diare tapi lebih
parah lagi. Sampe kasian banget deh liatnya.
Badannya yang kecil, kurus, sekarang lemes banget. Mana harus bolak-balik wc. Mana wc nya jauh. Harus diinfus dirumah pula. Huhuhu sedih liat si Enya yang biasanya saya jadiin tempat curhat sekarang tiduran terus gara-gara disentrinya.
Tapi, untung aja anak-anak sama cucu-cucunya pada dateng jenguk Enya. Tadi siang begitu saya sms Cing Jamil, dia langsung buru-buru balik dari kantornya pas tau Enya diinfus dirumah.
Enya masih beruntung banget punya anak-anak yang sayang sama orang tuanya. Ada kakak Engkong saya, saya biasa manggil dia ‘Baba Ung’ sama istrinya ‘Nya Min’.
Nya Min juga sakit, tapi dia sakitnya udah lama. Dari sebelum lebaran malahan. Kakinya lumpuh, ngga bisa digerakin. Dia juga ngga bisa jalan. Makan, pipis, pup semuanya dia lakuin ditempat tidur.
Dan siapa yang ngerawat Nya Min? Baba Ung.
Saya ulangi, Baba Ung.
Saya heran. Bener-bener heran. Mereka juga punya banyak anak dan cucu, sama kayak Enya dan Baba Engkong. Mereka itu udah tua. Sama-sama penyakitan.
Baba Ung aja udah mulai keilangan pendengarannya, malah daya ingetnya pun juga udah berkurang. Pernah waktu acara buka bersama, padahal belum azan magrib, tapi Baba Ung minum aja. Dia lupa kalo lagi puasa.
Nah, ini kok anak-anaknya pada nggak punya kesadaran banget untuk ngurus orang tuanya. Padahal rumahnya sebelahan, tapi kenapa nggak peduli banget sama orang tuanya? Dunia emang edan!
Ada satu cerita yang bikin mata saya berkaca-kaca pas dengernya.
Jadi, Baba Ung lewat depan rumah Engkong saya. Ada kakak sepupu saya, Mpok Encun lagi momong keponakan saya, Raka. Kebetulan Raka punya mainan balon yang pake sedotan tebel panjang gitu.
Tiba-tiba Baba Ung memungut sedotan itu. Mpok Encun nanya, “Buat apaan Ba?”
Baba Ung bilang, “Buat Enya minum,”
Astagfirullahaladzim!
Ya Allah! Sampe segitunyakah anak-anaknya nggak peduli sama orang tuanya yang udah tua dan sakit? Sampe-sampe Babanya yang tua memungut sedotan mainan untuk sedotan air minum buat Enya Min yang nggak bisa bangun dari kasur??
Demi Allah, saya langsung mau nangis dan mata saya udah berkaca-kaca pas denger cerita itu.
Baba Ung yang selama ini ngerawat Nya Min ngerti banget kebutuhan Nya Min, sampe-sampe memungut sedotan mainan untuk minum karna nggak bisa bangun.
Sedih banget saya dengernya. Kok bisa? Tega banget deh anak-anaknya. Mereka nggak inget apa ya, gimana perjuangan orang tuanya ngebesarin mereka? Setiap doa dan air mata orang tua buat mereka? Gimana peluh dan keringat tercurah setiap hari untuk mereka?
Semoga suatu saat nanti, saya nggak kayak gitu. Saya mau jadi anak yang bisa nemenin orang tua saya semampu saya. Saya nggak mau ngebiarin orang tua saya yang udah nggak berdaya ngelakuin segala sesuatunya sendiri. Nauzubillah!
Dan yang terpenting untuk saat ini, semoga Enya cepet sembuh. Kembali sehat dan kuat kaya kemaren lagi. Masakin Ica kulit ninjo sama sambel limo yang enak banget lagi. Sembuhkanlah Enya saya Ya Allah!
5 November 2011
Badannya yang kecil, kurus, sekarang lemes banget. Mana harus bolak-balik wc. Mana wc nya jauh. Harus diinfus dirumah pula. Huhuhu sedih liat si Enya yang biasanya saya jadiin tempat curhat sekarang tiduran terus gara-gara disentrinya.
Tapi, untung aja anak-anak sama cucu-cucunya pada dateng jenguk Enya. Tadi siang begitu saya sms Cing Jamil, dia langsung buru-buru balik dari kantornya pas tau Enya diinfus dirumah.
Enya masih beruntung banget punya anak-anak yang sayang sama orang tuanya. Ada kakak Engkong saya, saya biasa manggil dia ‘Baba Ung’ sama istrinya ‘Nya Min’.
Nya Min juga sakit, tapi dia sakitnya udah lama. Dari sebelum lebaran malahan. Kakinya lumpuh, ngga bisa digerakin. Dia juga ngga bisa jalan. Makan, pipis, pup semuanya dia lakuin ditempat tidur.
Dan siapa yang ngerawat Nya Min? Baba Ung.
Saya ulangi, Baba Ung.
Saya heran. Bener-bener heran. Mereka juga punya banyak anak dan cucu, sama kayak Enya dan Baba Engkong. Mereka itu udah tua. Sama-sama penyakitan.
Baba Ung aja udah mulai keilangan pendengarannya, malah daya ingetnya pun juga udah berkurang. Pernah waktu acara buka bersama, padahal belum azan magrib, tapi Baba Ung minum aja. Dia lupa kalo lagi puasa.
Nah, ini kok anak-anaknya pada nggak punya kesadaran banget untuk ngurus orang tuanya. Padahal rumahnya sebelahan, tapi kenapa nggak peduli banget sama orang tuanya? Dunia emang edan!
Ada satu cerita yang bikin mata saya berkaca-kaca pas dengernya.
Jadi, Baba Ung lewat depan rumah Engkong saya. Ada kakak sepupu saya, Mpok Encun lagi momong keponakan saya, Raka. Kebetulan Raka punya mainan balon yang pake sedotan tebel panjang gitu.
Tiba-tiba Baba Ung memungut sedotan itu. Mpok Encun nanya, “Buat apaan Ba?”
Baba Ung bilang, “Buat Enya minum,”
Astagfirullahaladzim!
Ya Allah! Sampe segitunyakah anak-anaknya nggak peduli sama orang tuanya yang udah tua dan sakit? Sampe-sampe Babanya yang tua memungut sedotan mainan untuk sedotan air minum buat Enya Min yang nggak bisa bangun dari kasur??
Demi Allah, saya langsung mau nangis dan mata saya udah berkaca-kaca pas denger cerita itu.
Baba Ung yang selama ini ngerawat Nya Min ngerti banget kebutuhan Nya Min, sampe-sampe memungut sedotan mainan untuk minum karna nggak bisa bangun.
Sedih banget saya dengernya. Kok bisa? Tega banget deh anak-anaknya. Mereka nggak inget apa ya, gimana perjuangan orang tuanya ngebesarin mereka? Setiap doa dan air mata orang tua buat mereka? Gimana peluh dan keringat tercurah setiap hari untuk mereka?
Semoga suatu saat nanti, saya nggak kayak gitu. Saya mau jadi anak yang bisa nemenin orang tua saya semampu saya. Saya nggak mau ngebiarin orang tua saya yang udah nggak berdaya ngelakuin segala sesuatunya sendiri. Nauzubillah!
Dan yang terpenting untuk saat ini, semoga Enya cepet sembuh. Kembali sehat dan kuat kaya kemaren lagi. Masakin Ica kulit ninjo sama sambel limo yang enak banget lagi. Sembuhkanlah Enya saya Ya Allah!
5 November 2011
Europe, I'm Comiiiiiiiiiing!!
Tadi siang
saya sama Wawiha ke JCC, ada pameran tentang beasiswa dari Europe
Union.Disana banyak stand-stand universitas yang ada di Eropa. Mulai
dari United Kingdom, Holland, Germany, France, Italy, and many more!
Awalnya saya ngerasa biasa aja, tapi setelah saya tau ada beberapa program beasiswa full and living cost, saya tertarik banget!! Beasiswa itu dari Erasmus Mundus Scholarship! Bener-bener tertarik banget deh saya!!
Pertama, kita bisa pilih program studi apa aja di universitas mana aja dan negara mana aja sesuka hati lo. Kedua, cara meng-apply-nya juga gak ribet-ribet amat. Emang sih yang namanya beasiswa gak semudah itu, tapi ini lumayan mudah, tapi mungkin proses pengerjaannya butuh skill dalam merangkai kata-kata dalam bahasa Inggris.
Ketiga, selain dapet beasiswa full selama dua taun, kita juga dapet biaya hidup tiap bulannya! Kalo ditotal jumlahnya 24 ribu europe! Gila!!! Berapa itu kalo kita yang nanggung sendiri semuanya???
Mulai hari ini, saya akan merubah cara pandang saya mengenai masa depan saya. Masa depan saya nggak cuma terbatas di Ciledug dan sekitarnya. Dunia ini masih terbuka luas untuk saya.
Hidup saya terlalu sia-sia kalo cuma dihabiskan di kota kecil. Dunia terbentang lebar untuk saya tau dan saya jelajahi. Saya mau menuntut ilmu setinggi-tingginya, sejauh-jauhnya, semampu saya bisa!
Saya mau belajar, berusaha, dan berdoa. Mulai saat ini, saya akan berusaha fokus meraih impian saya untuk belajar dan tinggal di Eropa sana. Saya akan berusaha semaksimal yang saya bisa untuk meraih impian saya.
Saya nggak mau gagal untuk kedua kalinya, saya begitu optimis. Saya yakin, cepat atau lambat, entah kapan, saya bisa belajar kesana.
Optimis, atau tidak sama sekali. EUROPE, I’M COMIIIIIIING!!!
12 November 2011
Awalnya saya ngerasa biasa aja, tapi setelah saya tau ada beberapa program beasiswa full and living cost, saya tertarik banget!! Beasiswa itu dari Erasmus Mundus Scholarship! Bener-bener tertarik banget deh saya!!
Pertama, kita bisa pilih program studi apa aja di universitas mana aja dan negara mana aja sesuka hati lo. Kedua, cara meng-apply-nya juga gak ribet-ribet amat. Emang sih yang namanya beasiswa gak semudah itu, tapi ini lumayan mudah, tapi mungkin proses pengerjaannya butuh skill dalam merangkai kata-kata dalam bahasa Inggris.
Ketiga, selain dapet beasiswa full selama dua taun, kita juga dapet biaya hidup tiap bulannya! Kalo ditotal jumlahnya 24 ribu europe! Gila!!! Berapa itu kalo kita yang nanggung sendiri semuanya???
Mulai hari ini, saya akan merubah cara pandang saya mengenai masa depan saya. Masa depan saya nggak cuma terbatas di Ciledug dan sekitarnya. Dunia ini masih terbuka luas untuk saya.
Hidup saya terlalu sia-sia kalo cuma dihabiskan di kota kecil. Dunia terbentang lebar untuk saya tau dan saya jelajahi. Saya mau menuntut ilmu setinggi-tingginya, sejauh-jauhnya, semampu saya bisa!
Saya mau belajar, berusaha, dan berdoa. Mulai saat ini, saya akan berusaha fokus meraih impian saya untuk belajar dan tinggal di Eropa sana. Saya akan berusaha semaksimal yang saya bisa untuk meraih impian saya.
Saya nggak mau gagal untuk kedua kalinya, saya begitu optimis. Saya yakin, cepat atau lambat, entah kapan, saya bisa belajar kesana.
Optimis, atau tidak sama sekali. EUROPE, I’M COMIIIIIIING!!!
12 November 2011
Selamat Jalan, Nyak Min
Hari ini, saya mendapatkan sebuah pelajaran tentang makna dari sebuah kesetiaan dan cinta sejati…
Hari ini, Hj Aminah atau yang biasa orang-orang panggil Nyak Min berpulang, kembali ke rahmatullah. Sore tadi sekitar jam 15.30, akhirnya beliau menyerah dengan keadaannya yang udah sakit berbulan-bulan.
Semua anak-anaknya, cucu-cucunya, juga sanak saudaranya berkumpul dirumahnya. Saya sendiri juga alhamdulillah bisa dateng kesana walau cuma sebentar. Saya nggak kuat lama-lama disana. Saya mau nangis pas Baba Ung baru pulang solat Isya di masjid.
Begitu Baba Ung masuk ke ruang tempat Nya Min disemayamkan, semua orang liat beliau, termasuk saya. Saya langsung ngebayangin gimana nantinya Baba Ung akan menjalankan kehidupan sehari-hari tanpa Nyak Min, istrinya yang selama ini dia rawat, selagi Nyak Min masih sehat dan saat sakit.
Yap, mereka cuma tinggal berdua. Seperti yang udah sering saya ceritain sebelumnya.
Ada satu cerita lagi, cerita ini udah lama.
Pernah, sepupu saya lagi ke dokter untuk operasi lokal kakinya, ketemu sama Baba Ung. Dia mau berobat. Tapi, dia dateng sendirian. Sendirian. Entah naik sepeda atau jalan kaki.
Tapi ini sendirian. Nggak ada satu anaknya pun yang nganterin dia berobat ke dokter. Bayangin aja, usia yang hampir 80 tahun, untuk ke dokter aja nggak ada satu anaknya pun yang nganterin dia. Astagfirullah!
Sekarang, ketika Ibu mereka, Nyak Min udah nggak ada, mereka semua histeris, menangis, tidak menyangka bahwa ibunya telah pergi menghadap Ilahi, kembali ke haribaan Sang Pemilik alam semesta ini.
Beberapa minggu ini, Nyak Min udah nggak ingat siapa-siapa, bahkan anak-anaknya sendiri. Kemaren malam, dia juga ngerasa udah nggak kuat. Dia terus-terusan teriak minta ditarik. Mungkin, saat itu malaikat udah tiba untuk jemput dia.
Mulai hari ini, Baba Ung akan menjalani hidupnya sendirian. Tanpa adanya Nyak Min, istrinya-belahan jiwanya-teman hidupnya, disampingnya untuk sama-sama ngejalanin kehidupan ini.
Setiap orang hapal banget sama sepasang orang tua ini. Orang-orang tau banget kalo mereka berdua ini kemana-mana selalu berdua. Kompak banget!
Jadi, saat salah satunya telah dipanggil Allah, maka yang satunya akan sangat merasa kesepian.
Kehilangan orang yang benar-benar telah menjadi teman selama kita menjalani hidup ini tentunya sangat berat. Apalagi mereka selalu sama-sama setiap saat, saat sehat maupun sakit, saat senang maupun susah.
Hari ini, saya mengerti akan maknanya dari kesetiaan dari Baba Ung dan Nyak Min, sampai akhir hayat Nyak Min, mereka tetap nggak terpisahkan. Bahkan Baba Ung sangat bersedih hati karenanya. Membuat semua orang ikut bersedih akan kepergian seorang istri yang selalu bersama-sama dengan suaminya sampai akhir hayatnya.
Hari ini saya melihat sepasang manusia harus berpisah karena takdir Allah yang memisahkan mereka. Namun, saya yakin bahwa cinta yang ada di dalam hati mereka akan tetap ada sampai Allah mempertemukan mereka di surga nanti.
Amin, Ya Rabb!
7 Desember 2011
Hari ini, Hj Aminah atau yang biasa orang-orang panggil Nyak Min berpulang, kembali ke rahmatullah. Sore tadi sekitar jam 15.30, akhirnya beliau menyerah dengan keadaannya yang udah sakit berbulan-bulan.
Semua anak-anaknya, cucu-cucunya, juga sanak saudaranya berkumpul dirumahnya. Saya sendiri juga alhamdulillah bisa dateng kesana walau cuma sebentar. Saya nggak kuat lama-lama disana. Saya mau nangis pas Baba Ung baru pulang solat Isya di masjid.
Begitu Baba Ung masuk ke ruang tempat Nya Min disemayamkan, semua orang liat beliau, termasuk saya. Saya langsung ngebayangin gimana nantinya Baba Ung akan menjalankan kehidupan sehari-hari tanpa Nyak Min, istrinya yang selama ini dia rawat, selagi Nyak Min masih sehat dan saat sakit.
Yap, mereka cuma tinggal berdua. Seperti yang udah sering saya ceritain sebelumnya.
Ada satu cerita lagi, cerita ini udah lama.
Pernah, sepupu saya lagi ke dokter untuk operasi lokal kakinya, ketemu sama Baba Ung. Dia mau berobat. Tapi, dia dateng sendirian. Sendirian. Entah naik sepeda atau jalan kaki.
Tapi ini sendirian. Nggak ada satu anaknya pun yang nganterin dia berobat ke dokter. Bayangin aja, usia yang hampir 80 tahun, untuk ke dokter aja nggak ada satu anaknya pun yang nganterin dia. Astagfirullah!
Sekarang, ketika Ibu mereka, Nyak Min udah nggak ada, mereka semua histeris, menangis, tidak menyangka bahwa ibunya telah pergi menghadap Ilahi, kembali ke haribaan Sang Pemilik alam semesta ini.
Beberapa minggu ini, Nyak Min udah nggak ingat siapa-siapa, bahkan anak-anaknya sendiri. Kemaren malam, dia juga ngerasa udah nggak kuat. Dia terus-terusan teriak minta ditarik. Mungkin, saat itu malaikat udah tiba untuk jemput dia.
Mulai hari ini, Baba Ung akan menjalani hidupnya sendirian. Tanpa adanya Nyak Min, istrinya-belahan jiwanya-teman hidupnya, disampingnya untuk sama-sama ngejalanin kehidupan ini.
Setiap orang hapal banget sama sepasang orang tua ini. Orang-orang tau banget kalo mereka berdua ini kemana-mana selalu berdua. Kompak banget!
Jadi, saat salah satunya telah dipanggil Allah, maka yang satunya akan sangat merasa kesepian.
Kehilangan orang yang benar-benar telah menjadi teman selama kita menjalani hidup ini tentunya sangat berat. Apalagi mereka selalu sama-sama setiap saat, saat sehat maupun sakit, saat senang maupun susah.
Hari ini, saya mengerti akan maknanya dari kesetiaan dari Baba Ung dan Nyak Min, sampai akhir hayat Nyak Min, mereka tetap nggak terpisahkan. Bahkan Baba Ung sangat bersedih hati karenanya. Membuat semua orang ikut bersedih akan kepergian seorang istri yang selalu bersama-sama dengan suaminya sampai akhir hayatnya.
Hari ini saya melihat sepasang manusia harus berpisah karena takdir Allah yang memisahkan mereka. Namun, saya yakin bahwa cinta yang ada di dalam hati mereka akan tetap ada sampai Allah mempertemukan mereka di surga nanti.
Amin, Ya Rabb!
7 Desember 2011
Mentari dan Mouse Kelomangan
Ya ampun deh, lagi-lagi kelakuan Mentari bikin saya geli!
Tadi siang dia minta main laptop buat main game online. Saya pasangin mouse usb supaya dia mainnya gampang. Ternyata mouse yang dipake kerjanya lambat. Ngadet-ngadet gitu deh jalannya.
Saya cariin tatakan buku tapi tetep aja lambat. Akhirnya saya tiup bagian bawah mousenya, pikir saya mungkin banyak debu yang nempel di sensor mousenya.
Akhirnya bisa jalan tuh mouse. Si Ai akhirnya anteng mainin laptop. Tapi lama-lama ngadet lagi itu laptop.
Dan mau tau apa yang Ai lakuin? Dia niup-niup itu mouse “HAAAAH! HAAAAH!” pake tenaga dalem. Berkali-kali si Ai niup itu mouse. Lama-lama dia niup mouse kayak niup kelomangan -_-
Saya : Ai kamu ngapain niup mouse kayak niup kelomangan?
Ai : Abisnya mousenya gak mau jalan! Yaudah aku tiup aja biar jalan! *emosi dengan mata ngedip-ngedip karna poni yang nutupin mata*
Saya : Tapi jangan niup kayak gitu, emang itu mouse kelomangan apa kalo ditiup keluar dari rumahnya!!
Tadi siang dia minta main laptop buat main game online. Saya pasangin mouse usb supaya dia mainnya gampang. Ternyata mouse yang dipake kerjanya lambat. Ngadet-ngadet gitu deh jalannya.
Saya cariin tatakan buku tapi tetep aja lambat. Akhirnya saya tiup bagian bawah mousenya, pikir saya mungkin banyak debu yang nempel di sensor mousenya.
Akhirnya bisa jalan tuh mouse. Si Ai akhirnya anteng mainin laptop. Tapi lama-lama ngadet lagi itu laptop.
Dan mau tau apa yang Ai lakuin? Dia niup-niup itu mouse “HAAAAH! HAAAAH!” pake tenaga dalem. Berkali-kali si Ai niup itu mouse. Lama-lama dia niup mouse kayak niup kelomangan -_-
Saya : Ai kamu ngapain niup mouse kayak niup kelomangan?
Ai : Abisnya mousenya gak mau jalan! Yaudah aku tiup aja biar jalan! *emosi dengan mata ngedip-ngedip karna poni yang nutupin mata*
Saya : Tapi jangan niup kayak gitu, emang itu mouse kelomangan apa kalo ditiup keluar dari rumahnya!!
Obat Kangen
Via Islam Diaries: http://islamdiaries.tumblr.com/post/10895343170/obat-ketika-kangen-kultwit
- Assalamualaikum mau twit mengenai Obat Ketika #Kangen ya…
- Gak bisa dipungkiri, manusia pasti akan bersentuhan dengan yang namanya cinta. | #Kangen
- Sementara dimana ada kecintaan pasti ada rasa kangen. Orang yang mencintai akan #Kangen kepada orang yang dicintainya.
- Karena sudah tahu bahwa pacaran bukanlah jalan yg halal utk ditempuh #Kangen
- Maka menikah satu-satunya yang jadi pilihan. Nah timbul pertanyaan nih..Gimana kalau belom sanggup kalo belom boleh? | #Kangen
- Gimana kalo si pria belum mampu memberi nafkah lahir. Wanita pun masih muda dan dituntut oleh orang tua untuk sekolah dulu. | #Kangen
- Akhirnya, karena tidak kesampaian untuk nikah, maka pacaran diam2 sebagai jalan keluar karena tidak kuat menahan rasa #Kangen.
- Lewat BB lah, chatting Y!M, inbox FB atau sms jadi jalur alternatif. Padahal kita tahu Pacaran bukan jalan terbaik | #Kangen
- Sebenarnya rasa #Kangen ini bisa dipendam dengan melakukan beberapa kiat yang akan kami utarakan.
- Susah sih pasti ngejalaninnya.. tapi jangan nyerah yuk kita coba lihat ya. | #Kangen
- a. Berusaha untuk Ikhlas dalam Beribadah| #Kangen
- Ikhlas adalah obat manjur penyakit #Kangen.
- Jika seseorang benar-benar ikhlas menghadapkan diri pada Allah, | #Kangen
- Maka Allah akan menolongnya dari penyakit rindu dengan cara yang tak pernah terbetik di hati sebelumnya. | #Kangen
- Cinta pada Allah dan nikmat dalam beribadah akan mengalahkan cinta-cinta lainnya. | #Kangen
- Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan, “Sungguh, jika hati telah merasakan manisnya ibadah kepada Allah dan ikhlas kepada-Nya, | #Kangen
- niscaya ia tidak akan menjumpai hal-hal lain yang lebih manis, lebih indah, lebih nikmat dan lebih baik daripada Allah. | #Kangen
- Manusia tidak akan meninggalkan sesuatu yang dicintainya, melainkan setelah memperoleh kekasih lain yang lebih dicintainya. | #Kangen
- Atau karena adanya sesuatu yang ditakutinya. Cinta yang buruk akan bisa dihilangkan dengan cinta yang baik. | #Kangen
- Atau takut terhadap sesuatu yang membahayakannya.” | #Kangen
- Hati yang tidak ikhlas akan selalu diombang-ambingkan nafsu, keinginan, tuntutan serta cinta | #Kangen
- b. Banyak Memohon pada Allah| #Kangen
- Setiap do’a yang kita panjatkan pasti akan bermanfaat. Boleh jadi do’a tersebut segera dikabulkan oleh Allah. | #Kangen
- Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, | #Kangen
- “Tidaklah seorang muslim memanjatkan do’a pada Allah selam tidak mengandung dosa dan memutuskan silaturahmi (antar kerabat) | #Kangen
- melainkan Allah akan beri padanya tiga hal: [1] Allah akan segera mengabulkan do’anya, | #Kangen
- [2] Allah akan menyimpannya baginya di akhirat kelak, dan | #Kangen
- [3] Allah akan menghindarkan darinya kejelekan yang semisal.” | #Kangen
- Para sahabat lantas mengatakan, “Kalau begitu kami akan memperbanyak berdo’a.” | #Kangen
- Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas berkata, “Allahu akbar (Allah Maha besar). | #Kangen
- HR. Ahmad no. 11149, 3/18, dari Abu Sa’id. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini jayyid (bagus). | #Kangen
- Ketika seseorang berada dalam kesempitan dan dia bersungguh-sungguh dalam berdo’a, | #Kangen
- Merasakan kebutuhannya pada Allah, niscaya Allah Ta’ala akan mengabulkan do’anya. | #Kangen
- Termasuk di antaranya apabila seseorang memohon pada Allah agar dilepaskan dari penyakit #Kangen dan cinta yang ada di hatinya.
- Penyakit yang menyebabkan dirinya uring2an, sedih dan bingung. Oleh karena itu, perbanyaklah do’a. | #Kangen
- c. Menjaga Pandangan. | #Kangen
- Orang yang memandang dengan sepintas biasanya jarang yang mendapatkan rasa suka atau bisa jadi cinta. | #Kangen
- Namun pandangan yang berulang-ulanglah yang bisa menimbulkan perasaan itu. | #Kangen
- Oleh karena itu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan kita untuk menundukkan pandangan agar hati ini tetap terjaga. | #Kangen
- Dari Jarir bin Abdillah, beliau mengatakan, | #Kangen
- “Aku bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang pandangan yang cuma selintas (tidak sengaja). | #Kangen
- Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan kepadaku | #Kangen
- agar aku segera memalingkan pandanganku. (HR. Muslim no. 2159). | #Kangen
- Ada Tiga faedah dari menundukkan pandangan | #Kangen
- disebutkan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah. (Majmu’ Al Fatawa, 15/420-426) | #Kangen
- Pertama: Akan merasakan manis dan lezatnya iman. Barangsiapa meninggalkan sesuatu karena Allah, | #Kangen
- Maka Dia akan memberi ganti dengan yang lebih baik. | #Kangen
- Kedua: Akan memberi cahaya pada hati dan akan memiliki firasat yang begitu cemerlang. | #Kangen
- Ketiga: Akan lebih menguatkan hati. | #Kangen
- d. Lebih Giat Menyibukkan Diri| #Kangen
- Dalam situasi gak ada kegiatan biasanya seseorang lebih mudah untuk memikirkan orang yang ia cintai. | #Kangen
- Dalam keadaan sibuk luar biasa berbagai pikiran tersebut mudah untuk lenyap begitu saja. | #Kangen
- Oleh karena itu, untuk antisipasi rasa kerinduan seseorang hendaknya menyibukkan diri dengan hal-hal yang bermanfaat | #Kangen
- Tentunya yg bermanfaat dan baik untuk dunia atau akhirat. | #Kangen
- Dan kalau sudah Cinta banget maka suka lupa diri deh. Hati2 dgn cinta yg bisa membutakan kita | #Kangen
- Ibnul Jauzi berkata, “Sesungguhnya manusia itu penuh dengan najis dan kotoran| #Kangen
- Sementara orang yang dimabuk cinta senantiasa melihat kekasihnya dalam keadaan sempurna. | #Kangen
- Disebabkan cinta ia tidak lagi melihat adanya aib.” | #Kangen
- Semoga Allah Ta’ala selalu menuntun kita dan menolong kita utk tetap pada jalan Nya. | #Kangen
- Semoga Allah memberi taufik. Segala puji bagi Allah yang dengan nikmat-Nya segala kebaikan menjadi sempurna. | #Kangen
- Semoga manfaat twit Obat Ketika #Kangen nya. Kajian Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal. Selamat menjalani hari. Assalamualaikum
Drugs, Goes To The Hell, Please!
Narkoba. Barang haram ini sudah berkali-kali mengusik kehidupan keluarga besar saya. Sudah terhitung tiga kali sanak saudara saya berkaitan dengan benda terkutuk ini.
Dimulai dari adik ayah saya, Alm. Asgaf. Ya, dia sudah lama meninggal dunia akibat narkoba. Lebih tepatnya, dia terkena virus HIV AIDS karena pemakaian jarum suntik secara bergantian. Sebelumnya, dia harus ditahan di hotel prodeo kurang lebih satu tahun. Dia terbukti menggunakan shabu-shabu.
Sampai pada akhirnya, dia terkena virus mematikan itu. Seluruh keluarga pun memusatkan perhatian padanya. Dia sempat bertahan hidup selama empat tahun. Itu pun dia juga harus keluar masuk rumah sakit untuk waktu yang lama. Dan ketika pada akhirnya, tubuhnya tidak dapat berjuang lagi untuk berjuang melawan penyakit yang menggerogoti tubuhnya, dia harus menyerah dengan keadaanya yang pada saat itu cukup mengenaskan.
Tubuhnya sangat kurus, fisiknya sudah sangat lemah, susah berbicara, mengingat orang lain susah, bahkan bernafas pun sulit dia lakukan. Semua orang berdoa untuknya pada malam itu, sampai keesokan hari Allah mengambilnya kembali. Semua keluarga bersedih atas kepulangannya.
Kejadian hampir sama juga terulang pada adik dari ibu saya. Saya biasa memanggilnya Cing Ngkah. Dia ini punya istri dan dua orang anak balita. Dia tertangkap saat memakai ganja di sebuah tempat bersama beberapa temannya.
Berbeda dengan Alm. Cing Asgaf, Cing Ngkah ini tidak mendapat perhatian dari kakak-kakaknya. Mungkin karena dia sudah berulang kali melakukan hal yang tidak benar. Dia sering berjudi, gadai-tebus motor, mabuk-mabukan, dsb. Sehingga hanya ibu dan ayah saya serta Cing Edi yang masih mau mengurusnya, itu pun karena kasihan dengan Engkong saya.
Istri yang ditinggalkan beserta dua orang anaknya pun harus hidup tanpa ayahnya selama sembilan bulan. Cing Ita, istrinya, menjadi teman dekat saya. Dia banyak bercerita tentang kesedihannya dan penderitaan yang dialaminya.
Cing Ita termasuk seorang istri yang tabah. Ketika suaminya sedang berada dalam penjara, dia harus berjuang menghidupi kedua anaknya dengan membuka warung yang modalnya dari Engkong saya. Dia juga mengumpulkan uang untuk dikirimkan ke Cing Engkah tiap minggunya.
Malangnya Cing Ita, ibunya harus dipanggil Allah begitu cepat. Ibu yang sangat menyanyanginya, harus pergi kembali ke haribaan Sang Ilahi. Begitu berat beban yang ditanggung Cing Ita. Suaminya yang seperti itu dan ibunya kini telah tiada, dengan dua anaknya yang masih balita, saya melihat ketegaran di wajahnya. Dia rela dan ikhlas menjalani semua ini.
Dan Kamis kemarin, Cing Engkah akhirnya bebas dari lembaga pemasyarakatan dan kembali pulang ke rumah. Semua orang mengingatkannya betapa malangnya nasib istrinya dan memintanya tidak mengulangi kejadian itu.
Dan pada saat tulisan ini ditulis, kejadian serupa terulang kembali. Sepupu saya, Y (21) juga tengah menghadapi perkara dengan pihak kepolisian karena diduga memiliki ganja. Orang tuanya panik. Semua orang sibuk.
Satu hal yang menjadi pertanyaan dalam benak saya, mengapa dia tidak belajar dari dua kejadian sebelumnya? Mengapa dia tidak melihat betapa pengaruh benda jahanam itu telah merusak kehidupan orang lain?
Saya sebagai manusia biasa, berharap agar orang-orang yang saya sayangi tidak lagi berdekatan dengan benda haram itu. Benda yang telah mengambil banyak kebahagiaan dari hidup orang-orang terdekat saya. Semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmat dan hidayahnya untuk kami semua. Tuntunlah kami agar selalu berada di jalanMu, Ya Rabb!
Dimulai dari adik ayah saya, Alm. Asgaf. Ya, dia sudah lama meninggal dunia akibat narkoba. Lebih tepatnya, dia terkena virus HIV AIDS karena pemakaian jarum suntik secara bergantian. Sebelumnya, dia harus ditahan di hotel prodeo kurang lebih satu tahun. Dia terbukti menggunakan shabu-shabu.
Sampai pada akhirnya, dia terkena virus mematikan itu. Seluruh keluarga pun memusatkan perhatian padanya. Dia sempat bertahan hidup selama empat tahun. Itu pun dia juga harus keluar masuk rumah sakit untuk waktu yang lama. Dan ketika pada akhirnya, tubuhnya tidak dapat berjuang lagi untuk berjuang melawan penyakit yang menggerogoti tubuhnya, dia harus menyerah dengan keadaanya yang pada saat itu cukup mengenaskan.
Tubuhnya sangat kurus, fisiknya sudah sangat lemah, susah berbicara, mengingat orang lain susah, bahkan bernafas pun sulit dia lakukan. Semua orang berdoa untuknya pada malam itu, sampai keesokan hari Allah mengambilnya kembali. Semua keluarga bersedih atas kepulangannya.
Kejadian hampir sama juga terulang pada adik dari ibu saya. Saya biasa memanggilnya Cing Ngkah. Dia ini punya istri dan dua orang anak balita. Dia tertangkap saat memakai ganja di sebuah tempat bersama beberapa temannya.
Berbeda dengan Alm. Cing Asgaf, Cing Ngkah ini tidak mendapat perhatian dari kakak-kakaknya. Mungkin karena dia sudah berulang kali melakukan hal yang tidak benar. Dia sering berjudi, gadai-tebus motor, mabuk-mabukan, dsb. Sehingga hanya ibu dan ayah saya serta Cing Edi yang masih mau mengurusnya, itu pun karena kasihan dengan Engkong saya.
Istri yang ditinggalkan beserta dua orang anaknya pun harus hidup tanpa ayahnya selama sembilan bulan. Cing Ita, istrinya, menjadi teman dekat saya. Dia banyak bercerita tentang kesedihannya dan penderitaan yang dialaminya.
Cing Ita termasuk seorang istri yang tabah. Ketika suaminya sedang berada dalam penjara, dia harus berjuang menghidupi kedua anaknya dengan membuka warung yang modalnya dari Engkong saya. Dia juga mengumpulkan uang untuk dikirimkan ke Cing Engkah tiap minggunya.
Malangnya Cing Ita, ibunya harus dipanggil Allah begitu cepat. Ibu yang sangat menyanyanginya, harus pergi kembali ke haribaan Sang Ilahi. Begitu berat beban yang ditanggung Cing Ita. Suaminya yang seperti itu dan ibunya kini telah tiada, dengan dua anaknya yang masih balita, saya melihat ketegaran di wajahnya. Dia rela dan ikhlas menjalani semua ini.
Dan Kamis kemarin, Cing Engkah akhirnya bebas dari lembaga pemasyarakatan dan kembali pulang ke rumah. Semua orang mengingatkannya betapa malangnya nasib istrinya dan memintanya tidak mengulangi kejadian itu.
Dan pada saat tulisan ini ditulis, kejadian serupa terulang kembali. Sepupu saya, Y (21) juga tengah menghadapi perkara dengan pihak kepolisian karena diduga memiliki ganja. Orang tuanya panik. Semua orang sibuk.
Satu hal yang menjadi pertanyaan dalam benak saya, mengapa dia tidak belajar dari dua kejadian sebelumnya? Mengapa dia tidak melihat betapa pengaruh benda jahanam itu telah merusak kehidupan orang lain?
Saya sebagai manusia biasa, berharap agar orang-orang yang saya sayangi tidak lagi berdekatan dengan benda haram itu. Benda yang telah mengambil banyak kebahagiaan dari hidup orang-orang terdekat saya. Semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmat dan hidayahnya untuk kami semua. Tuntunlah kami agar selalu berada di jalanMu, Ya Rabb!
Cinta
Cinta. Cinta itu selalu datang dan pergi dalam setiap kehidupan manusia. Tidak terkecuali saya. Cinta itu absurd, abstrak, sensitif, komplikatif, dan sebagainya. Definisi cinta itu susah dijelaskan. Tapi, definisi cinta bisa diungkapkan hanya bagi mereka yang sedang merasakan cinta.
Seperti yang disebutkan Fethullah Gullen, ulama asal Turki dalam salah satu bukunya:
Jatuh cinta membuat seseorang berbahagia karenanya. Bahagia ketika bertemu dengan orang yang dia suka. Bahagia mendapat sebuah senyuman dari orang yang disukai. Berteman di jejaring sosial kemudian saling bertegur sapa dan kemudian sebuah harapan muncul.
Harapan untuk bisa berdekatan dengan orang yang disukai. Harapan untuk bisa menjalani sebuah hubungan yang menyenangkan yang dipenuhi dengan limpahan kata cinta dan sayang.
Namun, ketika perasaan yang dirasakan sulit untuk terungkapkan dan hanya menjadi sebuah rasa yang tersimpan di dalam hati, apakah harapan itu akan terwujud? Ketika perasaan tak tersampaikan, perasaan itu akan menjadi sebuah mimpi belaka. Mimpi yang semu.
Dan tiba pada saatnya ketika orang yang disukai itu ternyata telah memilih orang lain, perasaan sakit pasti tidak dapat terbendung lagi. Rasa bersalah, merutuki diri sendiri, mencaci maki nasib, itu hal yang pasti dilakukan oleh orang yang tidak mampu mengungkapkan rasa yang ia miliki untuk orang yang disukainya.
Ada masanya, ketika kita harus melupakannya. Melupakan semua perasaan dan mimpi serta angan-angan kita untuknya. Kita mulai dengan hati yang baru. Menapaki jalan yang terhampar di depan kita dan mencoba untuk tidak menengok ke belakang.
Sebuah cinta yang baru kemudian menghampiri. Cinta yang datang dari orang yang berbeda dengan cara yang berbeda. Cinta yang datang dari orang yang terkadang tidak kita duga.
Dia yang lama kita suka, mungkin perlahan akan kita lupakan seiring dengan berjalannya waktu dan cinta lain yang terus menerus datang menghampiri hidup kita.
Cinta adalah bagaimana cara kita menyikapi setiap perasaan serta emosi jiwa yang tertanam dalam batin kita. Cinta adalah sebuah cara untuk belajar dan bertahan menghadapi persoalan hidup ini.
Cinta,
Aica
Seperti yang disebutkan Fethullah Gullen, ulama asal Turki dalam salah satu bukunya:
"It is impossible to express love with words, for love is an emotional state that can be understood only by the lover."Waktu saya sedang jatuh cinta dengan seseorang juga rasanya begitu. Susah sekali rasanya mengungkapkan apa yang saya rasakan untuk seseorang dengan kata-kata. Mungkin bisa, tapi butuh beribu-ribu kata untuk mendeskripsikannya.
Jatuh cinta membuat seseorang berbahagia karenanya. Bahagia ketika bertemu dengan orang yang dia suka. Bahagia mendapat sebuah senyuman dari orang yang disukai. Berteman di jejaring sosial kemudian saling bertegur sapa dan kemudian sebuah harapan muncul.
Harapan untuk bisa berdekatan dengan orang yang disukai. Harapan untuk bisa menjalani sebuah hubungan yang menyenangkan yang dipenuhi dengan limpahan kata cinta dan sayang.
Namun, ketika perasaan yang dirasakan sulit untuk terungkapkan dan hanya menjadi sebuah rasa yang tersimpan di dalam hati, apakah harapan itu akan terwujud? Ketika perasaan tak tersampaikan, perasaan itu akan menjadi sebuah mimpi belaka. Mimpi yang semu.
Dan tiba pada saatnya ketika orang yang disukai itu ternyata telah memilih orang lain, perasaan sakit pasti tidak dapat terbendung lagi. Rasa bersalah, merutuki diri sendiri, mencaci maki nasib, itu hal yang pasti dilakukan oleh orang yang tidak mampu mengungkapkan rasa yang ia miliki untuk orang yang disukainya.
Ada masanya, ketika kita harus melupakannya. Melupakan semua perasaan dan mimpi serta angan-angan kita untuknya. Kita mulai dengan hati yang baru. Menapaki jalan yang terhampar di depan kita dan mencoba untuk tidak menengok ke belakang.
Sebuah cinta yang baru kemudian menghampiri. Cinta yang datang dari orang yang berbeda dengan cara yang berbeda. Cinta yang datang dari orang yang terkadang tidak kita duga.
Dia yang lama kita suka, mungkin perlahan akan kita lupakan seiring dengan berjalannya waktu dan cinta lain yang terus menerus datang menghampiri hidup kita.
Cinta adalah bagaimana cara kita menyikapi setiap perasaan serta emosi jiwa yang tertanam dalam batin kita. Cinta adalah sebuah cara untuk belajar dan bertahan menghadapi persoalan hidup ini.
Cinta,
Aica
Shoes Project
Saya termasuk salah satu 'shoppaholic' alias gila belanja. Duh nggak tau kenapa saya ngileran banget orangnya. Suka nggak tahan liat barang yang bagusan dikit. Kali ini saya lagi ngiler banget pengen mesen sepatu sama Inong.
Sebelumnya, saya pernah pesen satu sepatu sama dia dan hasilnya bagus :D sesuai pesenan.
Nah, kemaren itu saya lagi iseng banget cari-cari wedges-wedges keren. Mulai dari brand high class macem Stella McCartney, Nine West, Alexander McQueen, sampe Christian Louboutin. Dan saya dapet satu wedges dari Christian Loubutin ini!!
Yah saya kan emang belom bisa beli Christian Louboutinnya sendiri, jadi saya mau bikin duplikatnya aja. Yaa itu dia, mesen sama Inong hahahaha :D
Tapi agak bimbang juga, sebelumnya saya juga punya wedges bahan denim gitu, tapi modelnya beda sih. Kepikiran bikin wedges Louboutin diatas tapi warna dan bahan kayak ankle boots Nine West ini.
Tapi kemudian, akhirnya saya balik lagi mikir. Saya kan lagi nggak megang banyak uang, gimana mau beli sepatunyaaa? *teriak dalem Goa Hiro*
Sebelumnya, saya pernah pesen satu sepatu sama dia dan hasilnya bagus :D sesuai pesenan.
| Ini sepatu yang saya pesen sama Inong. Dari mulai warna sampe bentuk sesuai banget sama yang saya mau. Love it :* |
Nah, kemaren itu saya lagi iseng banget cari-cari wedges-wedges keren. Mulai dari brand high class macem Stella McCartney, Nine West, Alexander McQueen, sampe Christian Louboutin. Dan saya dapet satu wedges dari Christian Loubutin ini!!
![]() | |
| Pas saya liat di webnya langsung, harganya sampe 800 U$! |
Yah saya kan emang belom bisa beli Christian Louboutinnya sendiri, jadi saya mau bikin duplikatnya aja. Yaa itu dia, mesen sama Inong hahahaha :D
Tapi agak bimbang juga, sebelumnya saya juga punya wedges bahan denim gitu, tapi modelnya beda sih. Kepikiran bikin wedges Louboutin diatas tapi warna dan bahan kayak ankle boots Nine West ini.
![]() | ||
| Ankle Boots Nine West. Harganya kurang tau berapa, mungkin kisaran 200U$. |
Tapi kemudian, akhirnya saya balik lagi mikir. Saya kan lagi nggak megang banyak uang, gimana mau beli sepatunyaaa? *teriak dalem Goa Hiro*
Make Me Babies!
Saya geli banget kalo liat ini haha abisnya mengkhayal punya suami seganteng Javier Pastore, Francesc Fabregas dan Boy Hamzah trus sampe bikin anak (bukan dalam arti yang sebenarnya) pake makemebabies.com. Dan seperti inilah rupa anak-anak saya dari tiga suami yang berbeda :p
![]() |
| Ini ceritanya foto baby boy sama Javier Pastore. Ini baby boy loh, bingkainya aja yang salah. Namanya Pastore Junior :p |
![]() |
| Kalo yang ini Baby Girl saya sama Cesc Fabregas. Namanya mungkin Francesca :D |
![]() |
| Ini Baby Boy saya sama Boy Hamzah. Namanya siapa ya? Tapi ini Baby Boy favorit saya! |
![]() |
| Ini Baby Girl saya sama Pastore! Baby Girl idaman saya banget deh ini, namanya masih di langit :p |
Mak, Kite Syuting Nih Mak!
Semester 5 kemaien, saya dapat tugas dari Pak Joni, dosen mata kuliah Produksi Siaran Televisi untuk membuat video paket berita dan talkshow sebagai bahan UAS.
Untuk paket berita, saya jadi presenter berdua dengan Samsul :D
Dari proses ini, saya mendapatkan banyak pelajaran serta gambaran bagaimana dunia industri media yang akan saya hadapi. Mungkin ini memang hanya sebagian kecil dari yang sebenarnya, tetapi tetap ada pelajaran serta hikmah yang bisa saya ambil.
Yaa, meskipun kita semua ini harus bersusah payah mengeluarkan banyak uang, tenaga serta waktu, banyak nilai positifnya yang bisa saya ambil, salah satunya yaitu saya merasa lebih dekat serta akrab dengan teman-teman saya ini.
Untuk paket berita, saya jadi presenter berdua dengan Samsul :D
| Kira-kira begini deh pas kegiatan syutingnya berjalan. Sibuk ngoceh, ngapal skenario, improvisasi |
| Ini sewaktu pengambilan gambar. Berkali-kali take dan hasilnya, hmm lumayan haha |
| Dan ini adalah segenap kru yang bertugas :p |
Dari proses ini, saya mendapatkan banyak pelajaran serta gambaran bagaimana dunia industri media yang akan saya hadapi. Mungkin ini memang hanya sebagian kecil dari yang sebenarnya, tetapi tetap ada pelajaran serta hikmah yang bisa saya ambil.
Yaa, meskipun kita semua ini harus bersusah payah mengeluarkan banyak uang, tenaga serta waktu, banyak nilai positifnya yang bisa saya ambil, salah satunya yaitu saya merasa lebih dekat serta akrab dengan teman-teman saya ini.
Langganan:
Postingan (Atom)






