Hari ini, saya mendapatkan sebuah pelajaran tentang makna dari sebuah kesetiaan dan cinta sejati…
Hari ini, Hj Aminah atau yang biasa orang-orang panggil Nyak Min
berpulang, kembali ke rahmatullah. Sore tadi sekitar jam 15.30, akhirnya
beliau menyerah dengan keadaannya yang udah sakit berbulan-bulan.
Semua anak-anaknya, cucu-cucunya, juga sanak saudaranya berkumpul
dirumahnya. Saya sendiri juga alhamdulillah bisa dateng kesana walau
cuma sebentar. Saya nggak kuat lama-lama disana. Saya mau nangis pas
Baba Ung baru pulang solat Isya di masjid.
Begitu Baba Ung masuk ke ruang tempat Nya Min disemayamkan, semua
orang liat beliau, termasuk saya. Saya langsung ngebayangin gimana
nantinya Baba Ung akan menjalankan kehidupan sehari-hari tanpa Nyak Min,
istrinya yang selama ini dia rawat, selagi Nyak Min masih sehat dan
saat sakit.
Yap, mereka cuma tinggal berdua. Seperti yang udah sering saya ceritain sebelumnya.
Ada satu cerita lagi, cerita ini udah lama.
Pernah, sepupu saya lagi ke dokter untuk operasi lokal kakinya,
ketemu sama Baba Ung. Dia mau berobat. Tapi, dia dateng sendirian.
Sendirian. Entah naik sepeda atau jalan kaki.
Tapi ini sendirian. Nggak ada satu anaknya pun yang nganterin dia
berobat ke dokter. Bayangin aja, usia yang hampir 80 tahun, untuk ke
dokter aja nggak ada satu anaknya pun yang nganterin dia. Astagfirullah!
Sekarang, ketika Ibu mereka, Nyak Min udah nggak ada, mereka semua
histeris, menangis, tidak menyangka bahwa ibunya telah pergi menghadap
Ilahi, kembali ke haribaan Sang Pemilik alam semesta ini.
Beberapa minggu ini, Nyak Min udah nggak ingat siapa-siapa, bahkan
anak-anaknya sendiri. Kemaren malam, dia juga ngerasa udah nggak kuat.
Dia terus-terusan teriak minta ditarik. Mungkin, saat itu malaikat udah
tiba untuk jemput dia.
Mulai hari ini, Baba Ung akan menjalani hidupnya sendirian. Tanpa
adanya Nyak Min, istrinya-belahan jiwanya-teman hidupnya, disampingnya
untuk sama-sama ngejalanin kehidupan ini.
Setiap orang hapal banget sama sepasang orang tua ini. Orang-orang
tau banget kalo mereka berdua ini kemana-mana selalu berdua. Kompak
banget!
Jadi, saat salah satunya telah dipanggil Allah, maka yang satunya akan sangat merasa kesepian.
Kehilangan orang yang benar-benar telah menjadi teman selama kita
menjalani hidup ini tentunya sangat berat. Apalagi mereka selalu
sama-sama setiap saat, saat sehat maupun sakit, saat senang maupun
susah.
Hari ini, saya mengerti akan maknanya dari kesetiaan dari Baba Ung
dan Nyak Min, sampai akhir hayat Nyak Min, mereka tetap nggak
terpisahkan. Bahkan Baba Ung sangat bersedih hati karenanya. Membuat
semua orang ikut bersedih akan kepergian seorang istri yang selalu
bersama-sama dengan suaminya sampai akhir hayatnya.
Hari ini saya melihat sepasang manusia harus berpisah karena takdir
Allah yang memisahkan mereka. Namun, saya yakin bahwa cinta yang ada di
dalam hati mereka akan tetap ada sampai Allah mempertemukan mereka di
surga nanti.
Amin, Ya Rabb!
7 Desember 2011
Tidak ada komentar:
Posting Komentar